Tentunya semua akan melewati masa yang dikenal sebagai masa remaja. Masa remaja nyatanya akan dialami pada saat seseorang memasuki usia 12 tahun hingga 21 tahun. Tentunya, pada masa ini orangtua tetap perlu memberikan perhatian pada anak agar kondisi kesehatan fisik maupun mental anak tetap terjaga dengan baik. Berbagai masalah kerap dialami oleh anak saat melewati masa remaja, salah satunya adalah bentuk tubuh maupun penampilan yang terkait langsung dengan masalah berat badan.
Kenaikan berat badan maupun penurunan berat badan terkadang menjadi hal yang cukup penting bagi anak pada masa remaja. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendapatkan citra tubuh yang sesuai dengan keinginannya, salah satunya adalah dengan melakukan diet. Tidak ada salahnya orangtua ketahui beberapa diet yang tepat bagi para remaja, agar mereka terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang mengintai pada masa tumbuh kembangnya.
Diet yang Tepat Bagi Remaja
Memasuki usia remaja nyatanya tubuh masih terus bertumbuh dan berkembang, sehingga kebutuhan nutrisi masih perlu dipenuhi dengan baik. Pertumbuhan fisik pada remaja memerlukan berbagai nutrisi yang baik bagi tubuh dengan pola makan seimbang dan sehat. Ada beberapa nutrisi yang sebaiknya dipenuhi oleh para remaja untuk proses tumbuh kembang, seperti vitamin D, kalsium, dan juga zat besi.
Melansir The National Health Service UK, bagi para remaja yang cukup memperhatikan masalah berat badan, baik kelebihan maupun kekurangan berat badan, sebaiknya lakukan diet yang sehat dengan memerhatikan pola makan dan kandungan nutrisi yang dikonsumsi. Sebaiknya hindari melakukan diet dengan melewatkan sarapan atau mengurangi porsi makan sehingga membuat kamu merasa lapar, kondisi ini tidak akan berhasil membuat berat badan menjadi normal, bahkan kamu dapat mengalami beberapa gangguan kesehatan pada saat proses tumbuh kembang.
Nyatanya, para remaja yang membatasi asupan makanannya justru akan semakin meningkatkan berat badan karena tubuh secara otomatis akan menyimpan cadangan makanan untuk energi saat kamu melakukan proses diet yang salah. Melansir dari University of Rochester Medical Center, ada beberapa pola makan yang bisa dilakukan oleh para remaja terkait masalah berat badan yang dialami, seperti:
- Mengonsumsi makanan sehat sebanyak 3 kali sehari.
- Membatasi asupan gula tambahan, pemanis buatan, dan lemak jahat pada tiap makanan yang dikonsumsi. Namun, sebaiknya jangan hilangkan seluruh asupan lemak untuk tubuh. Nyatanya, untuk perkembangan otak yang optimal, seorang remaja membutuhkan 50–90 gram lemak per hari hingga usia 26 tahun. Ibu dapat penuhi asupan lemak baik untuk anak dengan memberikan makanan berupa ikan salmon, alpukat, dan juga telur.
- Penuhi kebutuhan air putih setiap harinya.
- Mengonsumsi makan sehat untuk camilan, seperti buah, sayur, atau kacang-kacangan
Itulah beberapa cara diet sehat yang bisa dilakukan para remaja untuk mengatasi masalah berat badan yang dialaminya. Jangan ragu untuk bertanya pada ahli gizi maupun dokter mengenai diet yang tepat bagi para remaja.
1. Mengontrol kebiasaan
Remaja seringkali melupakan kebiasaan baik dan menggantinya dengan pola baru yang dianggap bisa menurunkan berat badan, seperti melewatkan makan, konsumsi minuman olahraga, membiarkan tubuh puasa untuk waktu lama dan terlalu keras berolahraga.
Untuk itu orang tua perlu mengontrol kebiasaan yang dilakukan remajanya dengan memastikan konsumsi makanan yang cukup secara berkala, minum air putih yang banyak dan hindari minuman manis, soda atau cemilan tak sehat lainnya.
2. Biasakan membaca label makanan
Remaja dapat mengontrol asupan kalori dengan kebiasaan sederhana yaitu membaca label makanan, sehingga menghindari makanan yang berisi kalori kosong tanpa nutrisi. Para ahli kesehatan mengatakan remaja harus mengonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari, serta hindari makanan yang dipanggang, digoreng dan susu full cream saat diet.
3. Minum air yang cukup
Air putih adalah cairan yang harus dikonsumsi dengan cukup agar tubuh bisa bekerja optimal. Selain itu minum air putih yang cukup turut membantu mengeluarkan semua racun dari tubuh dan meningkatkan laju metabolisme. Pada akhirnya, metabolisme yang meningkatkan ini ikut membantu proses penurunan berat badan.
4. Jangan lupakan sarapan
Sarapan adalah bagian penting karena meningkatkan laju metabolisme dan membuat seseorang tetap aktif sepanjang hari. Studi menunjukkan orang yang sarapan akan lebih banyak menurunkan berat badan ketimbang yang tidak. Cobalah mengonsumsi serat dan protein, seperti sereal, susu, telur dan sandwich dengan roti gandum.
5. Mengontrol porsi makan
Langkah terakhir untuk mewujudkan makan sehat adalah mengontrol porsi makannya, karena mengontrol porsi makan juga turut membatasi asupan kalori yang masuk sehingga tidak berlebih dan menumpuk jadi lemak.
6. Biasakan makan di rumah
Remaja cenderung lebih suka makan di luar yang meningkatkan kemungkinan asupan kalori lebih banyak. Jadi cobalah lebih sering makan di rumah dan membatasi makan di luar sehingga asupan kalori terkontrol, lalu lihat perbedaannya dalam beberapa hari.
7. Olahraga
Para ahli menyarankan lakukan aktivitas fisik selama 1 jam sehari-hari cukup membantu remaja mencapai berat badan yang diinginkannya. Olahraga yang bisa dilakukan antara lain berenang, menari, sepeda, berjalan atau lari.
(health.detik.com) (halodoc.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar